Senin, 05 April 2010

jenis – jenis produk pembiayaan bank syariah

a) Pembiayaan dengan prinsip bagi hasil
1. Al – Mudharabah
Adalah perjanjian antara penanam dana dan pengelola dana untuk melakukan kegiatan uasaha tertentu, dengan pembagian keuntungan antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati.
2. Al – Musyarakah
Adalah perjanjian di antara pemilik dana/modal untuk mencampurkan dana/ modal mereka pada suatu usaha tertentu, dengan pembbagian keunntungan diantara pemilik dana/modal brdasarkan nisbah yang tlah disepakati.
b) Pembiayaan dengan prinsip jual beli
1. Al – murabahah
Adalah perjanjian jual beli antara bank dan nasabah di bank syariah membeli barang yang diperlukan oleh nasabah dan kemudian menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan ditambabh dengan margin/keuntungan yang disepakati antara bank syariah dan nasabah.
2. Bai’as-salam
Adalah perjanjian jual beli brang dengan cara pemesanan dengan syart- syarat tertentu dan pembayaran harga terlbih dahulu.
3. Bai’al-istisna’
4. Adalah perjanjian jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan dan penjual.
c) Pembiayaan dengan prinsip sewa
1. Al- Ijarah
Adalah perjajiana sewa menyewa suatau barang dalam waktu tertentu melalaui pembayaran sewa.
2. Al-ijarah Muntahiya Biltamlik/wa Iqtina
Adalah perjajiana sewa menyewa suatau barang yang diakhiri dengan perpindahan kepemilikan barang dari pihak yang memerikan sewa kepada pihak penyewa.
d) Pembiayaan jasa pelayanan
1. Al-Wakalah
Adalah akad perwakilan antara dua pihak, umumnya digunakan untuk penerbitan L/C (letter Of Credit), akan tetapi juga dapat digunakan untuk mentranfer dana nasabah ke pihak lain.
2. Al – Kafalah
Adlah jaminan yang diberikan oleh penangguang (kafil) kepad a pihak ketiga untuk memenuhi kewajiaban pihak kedua atau yang ditanggung.
3. Al-Hawalah
Adalah pengalihan hutang dari orang yang berhutang kepada orag lain yang wajib menanggungnya.
4. Rahn
Adalah akad menggadaikan barang dari satu pihak ke ihak lain, dengan ung sebagai gatinya atau menahan salah satu harta milik si peminjam sebagai jamianan atas pinjaman yang diterimanya.
5. Al-Qardh
Adalah pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali dengann kata lain meminjamakan tanpa mengharapkan imbalan atau penyediaan dana dan/atau tagihan antara bank syariah dengan pihak peminjam yang mewajibkan pihak peminjam melakukan pembayaran sekaligus atu secar cicilan dalam jangka waktu tertentu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar